KARANGASEM, Teropong Amlapura – Ribuan
umat terlihat memadati pura Agung Besakih untuk melaksanakan persembahyangan
siwaratri, Senin (19/1) malam lalu. Kendati sempat diguyur hujan lebat, namun
antusiasme warga untuk bersembahyang menyambut malam siwaratri di pura terbesar
di Bali itu tidaklah surut. Buktinya, warga terlihat berbaur dengan beberapa
pejabat untuk secara bersama-sama mencakupkan tangan untuk memohon keselamatan
dan kerahayuan hidup, terutama berdoa untuk peleburan terhadap dosa-dosa yang
telah diperbuatnya.
Suasana persembahyangan nampak
begitu hidmat pada setiap acara persembahyangan yang dibagi dalam tiga palet
yaitu jam 20:00 Wita petet pertama, 24:00 Wita palet kedua dan palet ketiga
dilakukan pukul 05:00 Wita. Apalagi dalam dalam setiap upacara persembahyangan Siwaratri
di Besakih kemarin juga diater oleh 4 orang sulinggih yaitu Ida Pedanda Gede
Pinatih dari Gria Ulon Jungutan, Ida Pedanda Gede Ketut Putra Kawan dari Gria
Budakeling, Ida Pedande Gede Ketut Pinatih Pasuruan dari Gria Tengah Jungutan,
dan Ida Pedande Gede Buruan Paing dari Gria Buruan Sibetan.
Lebih membuat semarak acara perayaan siwaratri di Besakih, ternyata pihak provinsi yang dikordinasi oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengadakan acara renungan bersama tokoh spiritual Gede Prama yang dilaksanakan di balai pesandekan Besakih. Umat nampak begitu antusias mendengarkan ajaran-ajaran dharma dari Gede Prama selama dua jam yaitu mulai pukul 21:30 – pukul 23:30 wita. Dalam kesempatan itu Gede Prama membawakan topic berjudul “Siwa Tantra”. Dan di akhir acara membagikan buku buatanyya secara gratis yaitu sebuah buku yang berjudul “nyanyian kedamaian”.
Lebih membuat semarak acara perayaan siwaratri di Besakih, ternyata pihak provinsi yang dikordinasi oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengadakan acara renungan bersama tokoh spiritual Gede Prama yang dilaksanakan di balai pesandekan Besakih. Umat nampak begitu antusias mendengarkan ajaran-ajaran dharma dari Gede Prama selama dua jam yaitu mulai pukul 21:30 – pukul 23:30 wita. Dalam kesempatan itu Gede Prama membawakan topic berjudul “Siwa Tantra”. Dan di akhir acara membagikan buku buatanyya secara gratis yaitu sebuah buku yang berjudul “nyanyian kedamaian”.
Selain itu, pihak provinsi
juga mengadakan acara nonton bareng wayang kulit dalang Cenk-Blonk yang
dilaksanakan mulai pukul 01:00 hingga pukul 03:00 Wita di Jaba Pura Besakih.
Setelah itu, provinsi juga mengadakan hiburan berupa Bondres Susi dari Buleleng
dari pukul 03:00 – 05:00 Wita yang dilaksanakan dibalai pesandekan penataran
Agung Besakih. Pukul 05:00 Wita dilakukan persembahyangan palet ketiga dan
sekitar pukul 06;00 wita para pemedek kembali ke rumahnya masing-masing dengan
damai. *







0 komentar:
Posting Komentar