KARANGASEM, Teropong
Amlapura - Sebanyak 40 orang
mahasiswa dan 5 orang Dosen dari
Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan, Universitas
Trisakti Jakarta berkunjung
ke Kabupaten Karangasem, Kamis (22/1) kemarin. Kedatangan rombongan akademisi
dari Trisakti itu dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
untuk melihat secara langsung penerapan
dan pengolahan akhir sampah di TPA yang ada
di Karangasem. Rombongan diterima oleh Asisten Administrasi Umum (asisten III) Setda
Karangasem, I Wayan Supandi dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karangasem, I Made Suama di Wantilan Kantor Bupati Karangasem.
Ketua rombongan Mahasiswa
Trisakti, Ramadani Yanidar menjelaskan tujuan kedatangan mereka ke Karangasem untuk kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) terkait masalah pengolahan sampah. Disampaikan yang ikut
program PKL adalah sebanyak 40 orang mahasiswa
jurusan Tehnik Lingkungan semester 7. Pihaknya menuturkan bahwa
mahasiswa yang sudah memperoleh teori-teori di kampus sangat dipandang perlu untuk lebih menerapkan dari teori
yang didapat untuk dipraktekkan dan
disesuaikan di lapangan. “Kami
datang untuk ingin tahu masalah penanganan lingkungan di Karangasem, khususnya terkait bagaimana
pengolahan akhir sampah di TPA” ujarnya.
Disampaikan mahasiswa yang ikut
PKL itu ditugaskan untuk mengamati,
bertanya, dan
berdiskusi terkait TPA yang akan dikunjungi. Nanti hasilnya dibuat dalam bentuk
laporan data yang akurat untuk
dijadikan sebagai tugas akhir mahasiswa untuk bisa menyelesaikan jenjang pendidikan
program S1 jurusan Tehnik Lingkungan Universitas Trisakti. “Kami harap mahasiswa kami
diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan tanya jawab mengenai bagaimana tehnik
pengolahan, penerapan serta pemanfaatannya sampah yang dilaksanakan Pemkab Karangasem melalui Dinas
Kebersihan dan Pertamanan,” ujar Ramadani.
Asisten III Sekda
Karangasem, I Wayan Supandi menerangkan bahwa wilayah administrasi Kabupaten Karangasem
terdiri dari 8 Kecamatan, 75 Desa Difinitif, 3 Kelurahan. Dikatakan bahwa tiap desa dan kelurahan sudah ada Bank Sampah. Bank sampah itu berfungsi menampung sampah plastik dari masyarakat dibeli dengan harga Rp.1500 per kilogram. Sementara nanti Bank Sampah yang menyalurkan sampah plastik yang dibeli dari masyarakat
dibawa ke DKP. “Sampah yang ada dimasyarkat itu dikumpulkan di Bank Sampah dulu
nanti sampah plastiknya dibeli oleh pemkab melalui DPK dengan harga Rp.2000
perkilogram” ungkapnya, Untuk membuat Bank Sampah sendiri ditetapkan melalui Keputusan Bupati yang artinya diakui secara hukum. “Permasalahan sampah itu tentu harus segera ditangani.
Pasalnya, jika tidak, akan menimbulkan persoalan lain yang lebih kompleks,
bukan saja terkait kebersihan lingkungan, tetapi juga problem sosial” ujarnya. Supandi
menyampaikan bahwa untuk masalah kebersihan kabupaten Karangasem sudah 8 kali berturut-turut
memperoleh Tropi Adipura.
Sementara itu, Kadis DKP Karangasem, I Made Suama, menambahkan bahwa Pemkab Karangasem memiliki satu tempat pengolahan sampah yaitu di TPA dan IPLT Banjar
Dinas Linggasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem.
Disampaikan TPA Linggasana itu sudah berupaya menerapkan sistem pemprosesan sampah berupa penangkapan gas metan menjadi Bio
Gas, sampah plastik menjadi BBM, sampah organik menjadi kompos dan pemrosesan
tinja menjadi kompos. “Kami
sudah menerapkan sistem pengolaan sampah yang cukup modern karena kami bisa
mengubah sampah menjadi gas metan yang dipakai warga untuk keperluan memasak”
ujarnya.
Selanjutnya di akhir pertemuan dilakukan pertukaran cindramata sebagai kenang-kenangan berupa plakat dari Pemkab
Karangasem yang diwakili oleh asisten III I Wayan Supandi dan diterima oleh ketua rombongan
sekaligus Ketua Jurusan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Ramadani Yanidar. Rombongan mahasiswa pun bertolak dari wantilan
pemkab Karangasem menuju TPA Linggasana ditemani oleh Kepala Dinas DKP
Karangasem, I Made Suama. *






0 komentar:
Posting Komentar