Laman

Laman

Kamis, 22 Januari 2015

Siswa SMP Spesialis Pencuri HP Dibekuk Polisi

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Seorang siswa SMP berinisial IGT (15) dibekuk polisi setelah kedapatan mencuri HP di sebuah konter di jalan Gajah Mada Amlapura, Minggu (18/1) lalu. IGT yang berasal dari Banjar Juntal, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu itu tidak bisa berkutik ketika polisi menggelandangnya ke mapolres karangasem untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku bukan baru pertama kali melakukan aksinya. Pelaku yang masih duduk di bangku kelas III SMP di Kecamatan Kubu itu mengaku sudah mencuri sebanyak 10 kali di beberapa conter HP di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Abang.
Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Dewa Putu Anom Danuwijaya menyampaikan bahwa pelaku sudah lama menjadi incaran polisi. “Pelaku sudah lama dalam pengawasan kita, kita curigai yang bersangkutan menjadi pelaku serangkaian kasus pencurian di wilayah Kubu dan Abang” Ujar Kasat Reskrim ketika dikonfirmasi Senin (19/1) kemarin. Dugaan polisi itu ternyata benar, sebab dari hasil pengembangan polisi menemukan bahwa ternyata pelaku yang menjadi sumber berbagai pencurian di Kubu dan di Abang. “Pelaku mengaku sudah 10 kali melakukan pencurian yaitu 5 TKP di Kubu dan 5 TKP di Abang” ujarnya. Disampaikan pelaku mengaku terakhir melakukan aksinya pada 14 Januari 2015 lalu dengan mencuri HP Blackbarry dan uang Rp.800 ribu di desa Laba Sari, Kecamatan Abang.
         Kasat Reskrim mengaku telah melakukan koordinasi dengan jajaran polsek Kubu untuk menangani sang pencuri culik. Dari pemeriksaan yang dilakukan di rumah pelaku, ternyata pelaku tidak menjual hasil curiannya. Sejumlah HP dan uang yang dicurinya disimpan di dalam kamar pelaku. “Dari pemeriksaan di rumah pelaku, ditemukan 15 HP dan uang senilai Rp.800 ribu rupiah” Terangnya. Ternyata pelaku hanya menjadikan hasil curiannya itu sebagai barang koleksi bukan untuk dipergunakan atau dijual. Kendati demikian polisi masih tetap melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk mengetahui motif dan juga kemungkinan adanya rekan yang diajak pelaku melakukan aksinya.  “Kasus ini masih kita dalami” pungkasnya. *

0 komentar:

Posting Komentar