KARANGASEM,
Teropong Amlapura - Sekolah-sekolah ternyata belum sepenuhnya menjalankan
Perdak KTR dengan baik. Buktinya ketika melakukan sidak KTR di SMPN 1 Abang,
Kamis (15/1) kemarin masih ditemukan pelanggaran. Dalam sidak gabungan antara
Sat POL PP, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali, Kepolisian, dan Dinas
Kesehatan tersebut ditemukan bekas puntung rokok yang masih segar di depan
ruang guru. "Masih ditemukan punung rokok berarti masih ada yang merokok
di sini" ujar Kasi Penindakan Sat POL Karangasem, I Komang Merta yang
memimpin sidak tim KTR kemarin. Oleh karena itu, pihaknya pun menyuruh kepala
sekolah untuk memberikan himbauan kepada guru-guru agar tidak merekok di
sekolah karena akan menjadi contoh yang buruk bagi siswa.
Selain temuan bekas
puntung rokok, di SMP ini tim juga menenukan seorang siswa yang mengaku
merokok. Siswa tersebut mengaku merokok tiga batang sehari saat tim KTR
melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok di beberapa kelas. "Nanti
bapak harapkan adik berhenti merok yaw, itu demi kesehatan dan demi masa depan
adik nanti" ujar Komang Merte kepada siswa tersebut yang dibalas dengan
anggukan.
Kepala SMP 1 Abang, I Wayan Sukardi
pun tidak bisa menampik kenyataan bahwa memang ada masih stu dua oknum guru di
sekolahnya yang masih terbiasa merokok. Kendati demikian pihaknya mengaku
telah menghimbau dalam rapat-rapat kepada guru untuk tidak merokok di sekolah.
“Kedepan nanti akan saya himbau agar tidak ada lagi guru merokok di sekolah”
ujarnya. Terkait dengan adanya murid yang mengaku merokok pihaknya mengaku akan
segera mengambil langkah pembinaan. “Nanti siswa itu akan saya bina agar
berhenti merokok” tuturnya.
Sidak pun dilanjutkan ke sekolah
lain yaitu SMKN 1 Abang. Di tempat ini tim tidak menemukan bekas puntung rokok
atau asbak yang menjadi indikator orang merokok. Tim hanya mendapati kalau di
SMK sangat jarang adanya tanda larangan merokok sebagai alat sosialisasi.
Mengingat sosialisasi yang dilakukan di SMK masih sebatas info lisan. "Kami
akui bahwa stiker larangan merokok memang jarang, namun kami senantiasa
sosialisai terkait bahaya merokok baik ketika guru mengajar di kelas, dalam
ekstra KSPN, ataupun sosialisasi terkait UKS" Ujar kepala SMK 1 Abang, I
Gede Suberatha. Atas pengakuannya tersebut tim kemudian membagikan stiker
larangan merokok agar ditempel di beberapa sudut sekolah sehingga dilihat oleh
siswa.
Sementara itu, sekretaris LPA Bali,
Titik Suharyati menyampaikan bahwa pihaknya sedang sangat gencar-gencarnya
untuk memberikan sosialisasi dan warning kepada anak-anak sekolah agar tidak
merokok. menurutnya merokok pada anak-anak dewasa ini seakan sudah menjadi tren
yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan si anak. “Kalau dari kecil
anak-anak kita sudah kecantuan merokok bagaimanan nanti masa depannya,
bagaimanan nanti masa depan bangsa ini, maka kita semua harus bergerak untuk
menangkal bahaya rokok mulai dari diri sendiri dan bangku sekolah” ungkapnya.
Disampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan sidak dan sosialisasi ke
sekolah-sekolah untuk menyebarluaskan tentang bahaya merokok bagi anak-anak.
*







0 komentar:
Posting Komentar