Laman

Laman

Jumat, 16 Januari 2015

Tim KTR Sidak Sekolah, Temukan Bekas Puntung Rokok

KARANGASEM, Teropong Amlapura - Sekolah-sekolah ternyata belum sepenuhnya menjalankan Perdak KTR dengan baik. Buktinya ketika melakukan sidak KTR di SMPN 1 Abang, Kamis (15/1) kemarin masih ditemukan pelanggaran. Dalam sidak gabungan antara Sat POL PP, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali, Kepolisian, dan Dinas Kesehatan tersebut ditemukan bekas puntung rokok yang masih segar di depan ruang guru. "Masih ditemukan punung rokok berarti masih ada yang merokok di sini" ujar Kasi Penindakan Sat POL Karangasem, I Komang Merta yang memimpin sidak tim KTR kemarin. Oleh karena itu, pihaknya pun menyuruh kepala sekolah untuk memberikan himbauan kepada guru-guru agar tidak merekok di sekolah karena akan menjadi contoh yang buruk bagi siswa.
Selain temuan bekas puntung rokok, di SMP ini tim juga menenukan seorang siswa yang mengaku merokok. Siswa tersebut mengaku merokok tiga batang sehari saat tim KTR melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok di beberapa kelas. "Nanti bapak harapkan adik berhenti merok yaw, itu demi kesehatan dan demi masa depan adik nanti" ujar Komang Merte kepada siswa tersebut yang dibalas dengan anggukan.
            Kepala SMP 1 Abang, I Wayan Sukardi pun tidak bisa menampik kenyataan bahwa memang ada masih stu dua oknum guru di sekolahnya yang  masih terbiasa merokok. Kendati demikian pihaknya mengaku telah menghimbau dalam rapat-rapat kepada guru untuk tidak merokok di sekolah. “Kedepan nanti akan saya himbau agar tidak ada lagi guru merokok di sekolah” ujarnya. Terkait dengan adanya murid yang mengaku merokok pihaknya mengaku akan segera mengambil langkah pembinaan. “Nanti siswa itu akan saya bina agar berhenti merokok” tuturnya.
            Sidak pun dilanjutkan ke sekolah lain yaitu SMKN 1 Abang. Di tempat ini tim tidak menemukan bekas puntung rokok atau asbak yang menjadi indikator orang merokok. Tim hanya mendapati kalau di SMK sangat jarang adanya tanda larangan merokok sebagai alat sosialisasi. Mengingat sosialisasi yang dilakukan di SMK masih sebatas info lisan. "Kami akui bahwa stiker larangan merokok memang jarang, namun kami senantiasa sosialisai terkait bahaya merokok baik ketika guru mengajar di kelas, dalam ekstra KSPN, ataupun sosialisasi terkait UKS" Ujar kepala SMK 1 Abang, I Gede Suberatha. Atas pengakuannya tersebut tim kemudian membagikan stiker larangan merokok agar ditempel di beberapa sudut sekolah sehingga dilihat oleh siswa.
            Sementara itu, sekretaris LPA Bali, Titik Suharyati menyampaikan bahwa pihaknya sedang sangat gencar-gencarnya untuk memberikan sosialisasi dan warning kepada anak-anak sekolah agar tidak merokok. menurutnya merokok pada anak-anak dewasa ini seakan sudah menjadi tren yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan si anak. “Kalau dari kecil anak-anak kita sudah kecantuan merokok bagaimanan nanti masa depannya, bagaimanan nanti masa depan bangsa ini, maka kita semua harus bergerak untuk menangkal bahaya rokok mulai dari diri sendiri dan bangku sekolah” ungkapnya. Disampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan sidak dan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menyebarluaskan tentang bahaya merokok bagi anak-anak. * 


0 komentar:

Posting Komentar