Laman

Laman

Senin, 12 Januari 2015

Sekolah Tak Aman, Sebulan 3 SD Kemalingan

AMLAPURA - Sekolah-sekolah di Karangasem kini mulai tidak aman. Pasalnya belum ada satu bulan sudah ada tiga sekolah yang kemalingan. Pencuri sepertinya menyasar sekolah SD yang ketika malam hari tidak dijaga oleh satpam. Rupanya maling kali ini lebih professional daripada polisi mengingat sampai saat ini polisi masih belum menemukan tanda-tanda jejak dari pelaku.
Begitu juga dengan kemalingan yang terjadi di SDN 1 Subagan, Senin (5/1) kemarin. Di sekolah yang lokasinya berada di Banjar Werdi Guna, Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut polisi masih juga tidak menemukan tanda-tanda dari bekas pelaku baik itu dari adanyanya saksi yang melihat sampai pencarian sidik jari.  Pelaku diduga melakukan aksinya malam hari sehingga tidak ada yang melihat dan menggunakan selop tangan agar tidak meninggalkan jejak.  Akibatnya di sekolah ini pencuri membawa kabur 1 buah amlipyer, 1 buah Kamera DSLR, dan 1 LCD proyektor yang ditaksir bernilai Rp.25 Juta rupiah.
          Sampai saat ini jajaran kepolisian baik itu Polsek Kota maupun Unit Reskrim Polres Karangasem masih terus melakukan lidik untuk menemukan sang pencuri. “Ya memang sudah tiga sekolah yang mengalami pencurian, pelakunya masih dalam lidik, tentu kami berusaha untuk menemukan pelakunya” Ujar Kaposek Kota, Kompol IB Nyoman Budiasa saat dikonfirmasi, Senin (5/1) kemarin. Pihaknya pun mengaku akan melakukan pengintaian dan patrol di beberapa sekolah lain yang belum pernah kemalingan.
      Seperti yang diberitakan sebelumnya, pencurian terjadi di SD 3 Pertima, Dusun Timbrah Beji, Desa Pertima, Karangasem, Rabu (24/12). Di sekolah ini pencuri berhasil menggasak Laptop dan Camera DSLR yang ditaksir bernilai Rp.15 Juta rupiah. Tidak lama setelah itu, pencurian juga terjadi di SD 5 Padangkerta, Lingkungan Dausa, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Sabtu (27/12). Di SD 5 Padangkerta pencuri berhasil membawa kabur 1 unit laptop merk Axio HNM PO42 dan 2 buah LCD proyektor optoma EX550.  Atas kehilangan barang tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp. 17 juta rupiah. * 

0 komentar:

Posting Komentar