Laman

Laman

Jumat, 16 Januari 2015

Siswa SMP Terbakar Terkena Ledakan Lomloman Spritus

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Meski tahun baru 2015 sudah lama berlalu, namun demam ledakan petasan, kembang api, dan lomloman ternyata belum juga berakhir. Buktinya kegiatan membungikan suara menggelegar itu masih sering terdengar di telinga. Seperti halnya yang dilakukan oleh I Gede Suardika (13) anak  yang tinggal di Dusun Gunaksa, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Kamis (15/1) kemarin.
Namun naas, karena terlalu keasikan main lomloman spritus, Siswa kelas VII SMP 1 Abang itu tubuhnya melepuh terbakar akibat  sambaran api spritus yang menyembur ke arah tubuhnya. Rupanya ledakan spritus tidak kearah depan namun malah berbalik ke belakang dan merusak tutup lomloman yang terbuat dari botol plastik tersebut. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di bagian tubuhnya sebelah kanan terutama tangan, dada, perut, leher dan telinganya. Jari tangan kananya juga terlihat melepuh terkena cipratan api spritus yang panas. Korban pun dilarikan ke RSUD Karangasem sekitar pukul 10:00 Wita untuk mendapatkan perawatan karena luka yang dialaminya cukup serius.
            Berdasarkan keterangan Nyoman Suta (60) yang merupakan paman korban menyampaikan bahwa Gede Suardika memiliki lomloman sudah sejak menjelang perayaan tahun baru 2015 yang merupakan hadiah dari bapaknya yang bekerja di denpasar. “Lomloman itu diberi oleh bapaknya yang bekerja di denpasar” Ujar Suta yang menyampaikan bahwa dirinya sudah mengajak ponakannya itu sejak masih balita kerena ditinggal merantau oleh bapak dan ibunya bekerja di Denpasar. Suta menyampaikan kalau dirinya di rumah selalu melarang korban untuk bermain lomloman. “Kalau saya di rumah dia (Suardika) selalu saya larang untuk bermain lomloman” tuturnya.
            Begitu juga dengan pengakuan Ni Nengah Sasih (60) yang merupakan bibi dari korban. Sasi menyampaikan bahwa ketika kejadian terjadi sekitar pukul 10:00 Wita itu dirinya sedang metulung (bergotongroyong) di tetangnyanya untuk buat banten mau ada upacara pernikahan. “Pas kejadian saya tidak ada di rumah karena sedang metulung di tetangga buat banten untuk acara pernikahan, kalau saya di rumah pasti sudah saya larang (bermain lomloman)” ujarnya.
            Korban pun terus saja merintih kesakitan karena kulitnya melepuh bekas terbakar. Korban selalu meminta dikipas untuk menahan rasa perih di tangan, dada, leher dan telinganya yang terkena cipratan api spritus. Pihak dokter dari RSUD Karangasem menyampaikan bahwa korban mengalami luka sekitar 15 persen dari tubuhnya dan berada pada posisi luka bakar grade 2. “Pasien mengalami luka bakar cukup serius sekitar 15 persen dari tubuhnya, yang paling berat lukanya di dada” Ujar Dokter Made Ari Rujati yang menangani korban. Pihaknya menyampaikan bahwa kesembuahan luka korban memerlukan waktu yang cukup lama mengingat luka yang dihasilkan itu sampai menyentuh lapisan kulit bagian dalam sehingga menimukan gelembung-gelembung cairan. “Kesembuahnnya sendiri tergantung kondisi pasien, butuh waktu beberapa hari untuk pemulihan” Tuturnya. * 

Tim KTR Sidak Sekolah, Temukan Bekas Puntung Rokok

KARANGASEM, Teropong Amlapura - Sekolah-sekolah ternyata belum sepenuhnya menjalankan Perdak KTR dengan baik. Buktinya ketika melakukan sidak KTR di SMPN 1 Abang, Kamis (15/1) kemarin masih ditemukan pelanggaran. Dalam sidak gabungan antara Sat POL PP, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali, Kepolisian, dan Dinas Kesehatan tersebut ditemukan bekas puntung rokok yang masih segar di depan ruang guru. "Masih ditemukan punung rokok berarti masih ada yang merokok di sini" ujar Kasi Penindakan Sat POL Karangasem, I Komang Merta yang memimpin sidak tim KTR kemarin. Oleh karena itu, pihaknya pun menyuruh kepala sekolah untuk memberikan himbauan kepada guru-guru agar tidak merekok di sekolah karena akan menjadi contoh yang buruk bagi siswa.
Selain temuan bekas puntung rokok, di SMP ini tim juga menenukan seorang siswa yang mengaku merokok. Siswa tersebut mengaku merokok tiga batang sehari saat tim KTR melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok di beberapa kelas. "Nanti bapak harapkan adik berhenti merok yaw, itu demi kesehatan dan demi masa depan adik nanti" ujar Komang Merte kepada siswa tersebut yang dibalas dengan anggukan.
            Kepala SMP 1 Abang, I Wayan Sukardi pun tidak bisa menampik kenyataan bahwa memang ada masih stu dua oknum guru di sekolahnya yang  masih terbiasa merokok. Kendati demikian pihaknya mengaku telah menghimbau dalam rapat-rapat kepada guru untuk tidak merokok di sekolah. “Kedepan nanti akan saya himbau agar tidak ada lagi guru merokok di sekolah” ujarnya. Terkait dengan adanya murid yang mengaku merokok pihaknya mengaku akan segera mengambil langkah pembinaan. “Nanti siswa itu akan saya bina agar berhenti merokok” tuturnya.
            Sidak pun dilanjutkan ke sekolah lain yaitu SMKN 1 Abang. Di tempat ini tim tidak menemukan bekas puntung rokok atau asbak yang menjadi indikator orang merokok. Tim hanya mendapati kalau di SMK sangat jarang adanya tanda larangan merokok sebagai alat sosialisasi. Mengingat sosialisasi yang dilakukan di SMK masih sebatas info lisan. "Kami akui bahwa stiker larangan merokok memang jarang, namun kami senantiasa sosialisai terkait bahaya merokok baik ketika guru mengajar di kelas, dalam ekstra KSPN, ataupun sosialisasi terkait UKS" Ujar kepala SMK 1 Abang, I Gede Suberatha. Atas pengakuannya tersebut tim kemudian membagikan stiker larangan merokok agar ditempel di beberapa sudut sekolah sehingga dilihat oleh siswa.
            Sementara itu, sekretaris LPA Bali, Titik Suharyati menyampaikan bahwa pihaknya sedang sangat gencar-gencarnya untuk memberikan sosialisasi dan warning kepada anak-anak sekolah agar tidak merokok. menurutnya merokok pada anak-anak dewasa ini seakan sudah menjadi tren yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan si anak. “Kalau dari kecil anak-anak kita sudah kecantuan merokok bagaimanan nanti masa depannya, bagaimanan nanti masa depan bangsa ini, maka kita semua harus bergerak untuk menangkal bahaya rokok mulai dari diri sendiri dan bangku sekolah” ungkapnya. Disampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan sidak dan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menyebarluaskan tentang bahaya merokok bagi anak-anak. * 


Senin, 12 Januari 2015

Wabup Sukerana Berpesan Tahun 2015 Pelayanan Terhadap Publik Harus Lebih Optimal

AMLAPURA – Dalam sisa kepemimpinannya yang masih 6 bulan, Wabup Karangasem I Made Sukerana mengingatkan kepada  pegawai jajaran Pemkab Karangasem agar di tahun 2015 lebih giat meningkatkan kinerja, lebih disiplin dan selalu melakukan pelayanan publik secara optimal dan maksimal. “Saya berharap di tahun 2015 ini semuanya bekerja lebih baik dari tahun sebelumnya, pelayanan terhadap public harus lebih optimal” Pesan Sukerana di hadapan ratusan PNS di lingkungan pemkab karangasem saat apel bendera di  lapangan tanah Aron, Senin (5/1) kemarin.
Sukerana yang bertindak sebagai Inspektur Ucapara dalam apel tersebut mengingatkan bahwa penilaian dari ombudsmen tentang pelayanan public di beberapa SKPD masih rendah sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh SKPD melakukan evaluasi kegiatan secara optimal guna dapat terwujudnya produktifitas kerja terhadap public. Tentu diharapkan dengan tetap berpedoman kepada peraturan serta mekanisme yang berlaku agar mampu meminimalisir permasalahan. “Apa yang kemarin dilakukan semuanya harus dievaluasi, apa yang kurang dan tidak baik tahun ini tidak boleh terjadi lagi” tegasnya.
Di sisi lain, Sukerana juga menyorot masalah pembangunan Karnagasem yang dimulai dari bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Disampaikan bahwa arah kebijakan nantinya diarahkan guna terwujudnya pemberdayaan  kesejahteraan  keluarga, membangun partisipasi dan keswadayaan masyarakat, mengembangkan usaha ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dan memberdayakan kawasan pedesaan melalui pengembangan prasarana/sarana dan kawasan pedesaan. “Nanti kebijakan diarahkan untuk pemanfaatan sumber daya yang ada dan pemanfaatan teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas pemerintahan desa dan penguatan kelembagaan pemerintahan desa” ujarnya..
          Disamping itu,  Sukerana mengungkapkan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Seperti masih terbatasnya penyediaan infrastruktur di pedesaan, masih banyaknya rumah tangga misin (RTM) yang membutuhkan penanganan mendesak, terbatasnya kemampuan aparat desa dalam menyusun perencanaan komprehensif dan masih rendahnya tingkat pendidikan mayarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kebijakan yang diambil adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung serta meningkatkan penyuluhan-penyuluhan dan pelatihan, pendataan rumah tangga miskin dan mendorong penanganannya di semua sektor. “Tantangan memang besar, namun kita semua harus berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Karangasem” ungkapnya. *


Sekolah Tak Aman, Sebulan 3 SD Kemalingan

AMLAPURA - Sekolah-sekolah di Karangasem kini mulai tidak aman. Pasalnya belum ada satu bulan sudah ada tiga sekolah yang kemalingan. Pencuri sepertinya menyasar sekolah SD yang ketika malam hari tidak dijaga oleh satpam. Rupanya maling kali ini lebih professional daripada polisi mengingat sampai saat ini polisi masih belum menemukan tanda-tanda jejak dari pelaku.
Begitu juga dengan kemalingan yang terjadi di SDN 1 Subagan, Senin (5/1) kemarin. Di sekolah yang lokasinya berada di Banjar Werdi Guna, Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut polisi masih juga tidak menemukan tanda-tanda dari bekas pelaku baik itu dari adanyanya saksi yang melihat sampai pencarian sidik jari.  Pelaku diduga melakukan aksinya malam hari sehingga tidak ada yang melihat dan menggunakan selop tangan agar tidak meninggalkan jejak.  Akibatnya di sekolah ini pencuri membawa kabur 1 buah amlipyer, 1 buah Kamera DSLR, dan 1 LCD proyektor yang ditaksir bernilai Rp.25 Juta rupiah.
          Sampai saat ini jajaran kepolisian baik itu Polsek Kota maupun Unit Reskrim Polres Karangasem masih terus melakukan lidik untuk menemukan sang pencuri. “Ya memang sudah tiga sekolah yang mengalami pencurian, pelakunya masih dalam lidik, tentu kami berusaha untuk menemukan pelakunya” Ujar Kaposek Kota, Kompol IB Nyoman Budiasa saat dikonfirmasi, Senin (5/1) kemarin. Pihaknya pun mengaku akan melakukan pengintaian dan patrol di beberapa sekolah lain yang belum pernah kemalingan.
      Seperti yang diberitakan sebelumnya, pencurian terjadi di SD 3 Pertima, Dusun Timbrah Beji, Desa Pertima, Karangasem, Rabu (24/12). Di sekolah ini pencuri berhasil menggasak Laptop dan Camera DSLR yang ditaksir bernilai Rp.15 Juta rupiah. Tidak lama setelah itu, pencurian juga terjadi di SD 5 Padangkerta, Lingkungan Dausa, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Sabtu (27/12). Di SD 5 Padangkerta pencuri berhasil membawa kabur 1 unit laptop merk Axio HNM PO42 dan 2 buah LCD proyektor optoma EX550.  Atas kehilangan barang tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp. 17 juta rupiah. * 

Pembanguan Dua Kantor Camat Di Karangasem Mangkrak

AMLAPURA – Pembangunana kantor camat Abang dan Kantor Camat Sidemen ahirnya akan menjadi proyek gagal. Sebab pembangunan dua kantor camat yang masing bernilai Rp.1,8 Miliar tersebut tidak diselesaiakan tepat waktu oleh para kontraktornya. Dua pembangunan itu akan menjadi contoh proyek yang mangkrak karena pembangunannnya baru bisa dilanjutkan setelah menunggu anggaran perubahan 2015 yang baru direalisasikan bulan Juli 2015 mendatang.
Pembangunan dua kantor camat tersebut dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014. Pembangunan kantor camat Abang dikerjakan oleh CV.Ulangi Karya sedangkan pembangunan kantor camat Sidemen diambil oleh CV.Cipta Perkasa. Pelaksanaan pembangunannya sendiri selama 130 kerja terhitung mulai Tanggal 19 Agustus sampai 26 Desember 2014. Namun sampai batas waktu tersebut malah pembangunannya belum ada yang selesai sehingga kontraktor dikenakan pinalti Rp1,8 juta perhari sampai batas waktu 31 Desember 2014. Karena sekarang sudah masuk pergantian tahun 2015 maka seberapapun selesai proyek tersebut tidak boleh lagi dikerjakan. Sekarang pembangunan proyek kantor berlantai dua itu dihentikan untuk sementara. Pembangunan akan kembali dilakukan sekitar 6 bulan lagi dengan memakai anggaran APBD Perubahan 2015.
          Adanya proyek pembangunan kantor camat yang belum diselasaikan itu diakui sendiri oleh Kepala Dinas PU Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Saat dikonfirmasi, Minggu (4/1) kemarin, Sutirtayasa menyampaikan bahwa pembangunan kantor camat Abang dan Sidemen terbengkalai. “Ya memang belum selesai, kalau di Abang baru selesai sekitar 70% kalau di Sidemen baru sekitra 45%” ujarnya. Adanya wanprestasi dari kontraktor tersebut disampaikan karena berbagai factor mulai dari perencanaan yang kurang matang sampai pada kontraktor yang tidak disiplin mengerjakan proyek dengan cekatan. “Saya ini kan baru sebagai kepala PU, jadi masalah yang seperti ini saya masih belum terlalu memahami, ini akan saya jadikan sebagai pengalaman” ungkapnya. 
       Kendati demikian, pihknya menolak dikatakan kecolongan dan kurang optimal dalam melakukan pengawasan. “Saya pikir staf saya sudah bertugas dengan baik, hanya memang pembangunan gedung apalagi gedung bertingkat beda dengan membangun saluran irigasi, kalau satu bagian belum selesai pembangunan lain kan belum bisa dilaksanakan” kilahnya. Pihaknya pun menyampaikan bahwa setelah kantor ditinggalkan oleh kontraktor maka akan dilanlanjtukan pembangunannya melalui APBD Perubahan. “Pembangunannya nanti mudah-mudahan bisa dilanjutkan dengan menggunakan dana APBD perubahan” ujar Sutiryasa yang menyampaikan kelanjutan pembangunannya baru bisa dilaksanakan 6 bulan mendatang.  *

Embung Solusi Atasi Masalah Kekeringan Di Karangasem

AMLAPURA - Embung atau tempat penampungan air buatan yang luas menyerupai waduk merupakan strategi pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mengatasi masalah krisis air di daerah kering dan di wilayah terpencil. Strategi ini digadang-gadang sebagai sarana efetif mengatasi masalah air di bumi lahar yang 90% merupakan lahan kering. Terlibih di musim kemarau saat paceklik air, embung seakan menjadi oase di gurun pasir bagi masyarakat di daerah kering seperti wilayah kecamatan Kubu yang jauh dari sumber air. Selain itu, pembangunan embung juga dinilai sebagai sarana mengurangi kemiskinan karena air dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan misalnya untuk bercocok tanam atau mememlihara hewan ternak. Oleh karena itu, Pemerintah Karangasem di bawah Bupati I Wayan Geredeg senantiasa mensuport dan mendukung program pembuatan embung di daerah Karangasem. Oleh karena itu, di tahun 2015 direncanakan akan ada penambahan 2 embung lagi yang akan dibangun di wilayah Karangasem.
Kabid Sumber Daya Air dinas PU Karangasem, Wedasmara, ST, MT. menyampaikan  pembangunan 2 embung baru di tahun 2015 yang direncanakan akan dibangun di Desa Batu Dawa, Kecamatan Kubu dan di Desa Untulan, Kecamatan Selat. “Pembangunan embung baru di tahun 2015 direncanakan di Desa Batu Dawa, Kecamatan Kubu dan di Desa Untalan, Kecamatan Selat” ujar Wedasmara, saat dikonfirmasi, Minggu (4/1) kemarin. Dua pembangunan embung tersebut masing-masing disiapkan dana 7 Miliar yang akan dibiayai dari APBN melalui PU Pusat di bawah pelaksana Balai Wilayah Sungai Bali Penida.
        Wedasmara menyampaikan sejak tahun 2010, di Karangasem sudah dibangun 19 embung yang tersebar di 8 Kecamatan di Karangasem. Embung tersebut 11 dibangun oleh PU pusat melalui Balai Air Sungai Bali Penida, 4 dibangun pihak Provinsi, dan 4 lagi dibangun oleh pemerintah Kabupaten Karangasem. “Sebagian besar memang dibangun oleh pusat karena dananya cukup tinggi yaitu sekitar 5-7 Miliar rupiah” ujarnya. Tingginya biaya pembangunan embung karena berbagai bahan pembangunan yang diperlukan menguras dana yang tidak sedikit.  Wedasmara menyampaikan embung yang dibangun membutuhkan biaya pembebasan lahan, pembangunan bendung penangkap, penyaluran pipa transmisi, dan kolam embung yang alasnya dilapisi dengan geomembran. Kendati geomembran mahal, Wedasmara menyampaikan bahwa penggunaan geomembran tersebut dimaksudkan agar air yang tertampung dalam embung dapat dengan maksimal tertampung. “Lebih baik pakai geomembran sebagai alasnya, jika dibandingkan menggunakan alas tanah maka airnya cepat berkurang dan jika dibeton maka akan retak-reka ketika musim kering” ujarnya meyakinkan
       Wedasmara menyampaikan bahwa antosiasme masyarakat Karangasem terhadap embung  sangat tinggi mengingat banyak usulan yang masuk ke Pemerintah darah agar dibangun embung di darahnya. Wedasmara menyampaikan setidaknya masih ada 10 usulan dari masyarakat yang akan ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah Karangasem untuk dibangunkan embung baru.  “Pembangunan embung ini disambut baik masyarakat, sekarang masih ada 10 usulan pembangunan embung yang masih menunggu giliran realisasi” ujarnya. *

Sabtu, 03 Januari 2015

UKM Centre Icon Pembangunan Kerajinan Karangasem

AMLAPURA – Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg berharap nantinya Gedung UKM Centre menjadi icon Karangasem sebagai symbol pembangunan dan pusat kerajianan lokal yang maju dan berkembang. “Saya berharap nanti UKM Centre ini maju dan berkembang sehingga menjadi kebanggaan Karangasem” Ujar Bupati Geredeg saat berkeliling di Stand UKM Centre sebelum acara penyambutan tahun baru 2015, Rabu (31/12) lalu. 
Bupati dua periode tersebut menyampaikan pihaknya siap mensupport para pengerajin dalam memfasilitasi berbagai kegiatan agar dilaksanakan di gedung UKM centre. “Nanti mulai tahun 2015 setiap penerimaan tamu luar atau ada kunjungan saya intruksikan agar dilaksanakan pertemuan di sini (UMK centre), nanti mereka bisa langsung melihat-lihat hasil kerajinan asli Karangasem dan pasti membeli untuk dijadikan oleh-oleh” ungkapnya. Geredeg yang saat itu didampingi oleh Wabup Sukerana dan juga Nyonya Sujiani Geredeg menyampaikan cara tersebut pastinya akan berjalan efektif dilakukan seiring dengan rampungnya gedung pentas seni dan aula pertemuan di lantai tiga gedung UKM centre. “Kalau nanti di atas tempat pentas dan aulanya selesai 100% semua kegiatan baik itu rapat-rapat akan kita dorong dilakukan di sini, apalagi sekrang ada intruksi pusat melarang rapat di hotel” ujarnya Geredeg yang sempat menulis “Semoga Sukses” di papan harapan tahun 2015 yang disediakan pengelola UKM Centre.
       Sementara itu, pengelola gedung UKM Centre yaitu Nyoman Sudarsana menyampaikan bahwa selama ini pengunjung yang datang ke UKM Centre dapat dibilang masih kurang. Kendati demikian, Sudarsana menyampaikan rata-rata penjualan perbulan dari 18 kios kerajinan di UKM centre sekitar 30 juta per bulan. “Penjualan perbulan ada sekitar 30 juta, namun hasil tersebut belum termasuk orderan yang diterima masing-masing pengerajin dari pemesan luar yang membutuhkan barang dalam jumlah banyak” tuturnya. Adanya pembeli sistem order mengingat pihaknya juga menerapkan sistem pemesasan lewat online dalam memasarkan produk kerajinan yang ada di UKM centre. “Kami juga memakai penjualan sistem online karena kami sudah memiliki Web Sendiri” ujarnya. 
     Pihaknya pun sangat mengapresiasi kebijakan Bupati Geredeg untuk melakukan acara-acara pertemuan kunjungan di lantai tiga gedung UMK centre. “Setiap pertemuan dan kunjungan diarahkan ke sini (Gedung UKM centre) pasti bagus karena nantinya pengunjung bisa melihat-lihat kios dan membeli barang-barang kerajinan di sini sebagai oleh-oleh” ujarnya. Pihaknya memang sengaja menyasar wisatawan domestik dari luar daerah dan tamu asing sebagai konsumen utama kerajian yang dipasrkan di UKM centre. “Sasaran pembeli kita memang tamu asing dan tamu luar daerah” ungkapnya. Barang-barang kerajinan yang dipasarkan di UKM centre yaitu kerajinan bambu, anyaman, rotan, tenun, kain songket, brokat, kerajinan perak, batu akik, seni lukis, dan lain-lainnya. *