Laman

Laman

Minggu, 19 Oktober 2014

Ambil Formulir Pedaftaran Calon Bupati Karangasem, Sumiati Dikawal Hanoman dan Monyet Hitam

AMLAPURA – Pengambilan formulir pendaftaran penjaringan calon Bupati Karangasem yang dilakukan oleh NI Negah Sumiati tergolong unik. Beda dengan para pengambil formulir sebelumnya, Sumiati dalam mengambil formulir, Minggu (19/10) kemarin pihaknya dikawal oleh sosok Hanoman (monyet putih) dan Monyet Hitam. Sontak hal itu membuat terkejut pengguna jalan raya yang kebetulan lewat di jalan Ayani Amlapura tepat di depan kantor secretariat DPC PDIP Karangasem. Baru turun dari mobilnya, pemilik dari THE SUMIATI CENTER tersebut disambut oleh 2 barung gamelan baleganjur dan tarian hanoman yang mempersilakan masuk kedalam kantor DPC PDIP. Sumiati juga ditemani oleh sekitar 300 orang warga yang diklaimnya sebagai pendukung simpatisan dari berbagai kalangan yang akan mengantarkannya menuju kursi karangasem satu. Tidak itu saja, Hanoman dan Gamelan Baleganjur yang dimainkan oleh dua sekea baleganjur anak-anak dari Desa Selat Duda dan Banjar Langsat Desa Rendang tersebut terus mengiringi aktivis LSM Tresna Yadnya tersebut sampai masuk ke dalam alua DPC PDIP. 

Sampai di dalam aula, Sumiati tetap dikawal hanoman dan monyet hitam tersebut kendati sudah diterima oleh Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana dan Ketua tim pejaringan calon bupati dan wakil bupati Karangasem, I Nyomam Oka Antara. Setelah sekitar satu jam di DPC, Sumiati kemudian mendapatkan formulir dan terdaftar sebagai orang yang ke-11 yang mengambil formulir penjaringan bupati dan wakil bupati Karangasem dari PDIP tersebut.
      Sumiati yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali dari PDIP tersebut mengaku bahwa keikutsertaan hanoman dan monyet hitam serta iringan 2 barung gamelan baleganjur yang dibawayanya murni sebagai wujud atraktif seni dari masa pendukungnya. Kendati demikian jika dianalogikan, Hanoman dipercaya sebagai monyet putih yang membantu Sri Rama untuk mencapai Alengka dan berhasil menegakkan Dharma, begitu juga kemungkinan dapat dianalogikan Hanoman yang dibawa Sumiati dapat menolongnya menuju ke tahta Bupati Karangasem.

Istri dari I Nengah Parwatha tersebut mengaku ikut mengajukan diri sebagai calon bupati karangasem karena dorongan dari kalangan masayarakat bawah. “Saya di sini karena didorong oleh kalangan masyarakat untuk maju sebagai calon bupati” ujar sumiati seusai acara pengambilan formulir. Sumiati mengaku bahwa pemerintahan saat ini butuh sosok pemimpin dari kalangan perempuan untuk bisa memajukan daerah karangasem yang dinilinya masih memiliki tingkat kemiskinan sangat tinggi. “Kalau masyarakat Karanagsem ingin lepas dari kemiskinan, kini saatnya milih pemimpin dari kalangan perempuan” ungkapnya.  Disampaikan bahwa sosok perempuan dipandang mampu akan mengurus pemerintahan dengan baik karena sebagai seorang ibu sudah biasa mengurus hal-hal yang berat. Pihaknya pun yakin akan direkomendasikan oleh DPP PDIP mengingat ketua umum Ibu Megawati adalah sosok perempuan. “Ibu Mega kan juga sosok wanit jadi beliau tahu bagaimana jika memberikan kesempatan kepada wanita” ungkapnya. 
      Sementara itu, Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana menyampaikan proses tahapan penjaringan untuk jadi calon bupati atau wakil bupati karangasem adalah melalui proses administrasi di tingkat DPC, DPD, dan baru ditentukan oleh DPP. “Nanti mohon administrasinya, baik Izasah, KTP, kartu anggota dan lain-lainnya dikumpul sebelum tanggal 27 Oktober” ungkapnya. Manta Ketua DPRD Karangasem tersebut menyampaikan bahwa pemilihan Bupati Karangasem diperkiran akan dilaksanakan sekitar bulan September 2015. 
    Oleh sebab itu, waktu yang masih tersisa nantinya akan dipakai oleh DPP untuk melakukan survey terhadap calon yang masuk baru kemudian ditentukan siapa yang diputuskan dari hasil survey yang dilaksanakan. “Nanti DPP akan menetukan calon berdasarkan hasil survey yang dilakukannya” ujar Dana. Gede Dana mengharapkan jika nanti tidak dipilih atau direkomendasi sebagai calon, pihaknya mengharapkan agar jangan marah (Ngambul). “Nanti kalau misalnya tidak terpilih jadi calon diharapkan jangan ngambul, sehingga keluar tidak mendukung PDI Perjuangan” ungkapnya. Diharapkan kader PDIP atau dari yang non partai yang ikut penjaringan tetap percaya pada ideologi atau pandangan partai PDIP dalam memimpin masayarakt karangasem ke arah yang lebih baik.
    Sementara itu, berdasarkan data yang diterima hingga Minggu (19/10 ) kemarin sudah 11 orang yang mendaftar di tim penjaringan di DPC PDIP. Dari data tersebut ada 5 orang yang mendaftar sebagai bupati dan 6 orang mendaftar sebagai calon wakil bupati. Yang mendaftar sebagai bupati antara lain AA Bagus Ngurah, I Gusti Ayu Mas Sumantri, I Gusti Bagus Agung Sutedja, I Kadek Ageng Puja Astawa, dan Ni Nengah Sumiati. Sementara yang mengambil formulir calon Wakil Bupati adalah I Wayan Suastika, I Negah Rata, I Gede Sudarma, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, Nyoman Pasek, dan I Wayan Artadipa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, I Gede Dana dan I Wayan Sudirta juga dikabarkan akan ikut mengambil formulir pendaftaran calon bupati karangasem.


1 komentar:

  1. mimih, kadek ageng puja astawa mencalonkan diri ????? wkwkwk..... si maling dana kemitraan motor taxi, dasar pongah..... maling mencalonkan diri ???? terbukti sudah maling dana kemitraan selanjutkan kekayaan rakyat karangasem mau dicuri juga ? buktikan dulu kalo bertanggung jawab selesaikan dulu dana kemitraan motor taxi..... omong doang, seribu janji tapi tak ada yang ditepati

    BalasHapus