AMLAPURA –
Pengambilan formulir pendaftaran penjaringan calon Bupati Karangasem yang
dilakukan oleh NI Negah Sumiati tergolong unik. Beda dengan para pengambil
formulir sebelumnya, Sumiati dalam mengambil formulir, Minggu (19/10) kemarin
pihaknya dikawal oleh sosok Hanoman (monyet putih) dan Monyet Hitam. Sontak hal
itu membuat terkejut pengguna jalan raya yang kebetulan lewat di jalan Ayani
Amlapura tepat di depan kantor secretariat DPC PDIP Karangasem. Baru turun dari
mobilnya, pemilik dari THE SUMIATI CENTER tersebut disambut oleh 2 barung
gamelan baleganjur dan tarian hanoman yang mempersilakan masuk kedalam kantor
DPC PDIP. Sumiati juga ditemani oleh sekitar 300 orang warga yang diklaimnya
sebagai pendukung simpatisan dari berbagai kalangan yang akan mengantarkannya
menuju kursi karangasem satu. Tidak itu saja, Hanoman dan Gamelan Baleganjur
yang dimainkan oleh dua sekea baleganjur anak-anak dari Desa Selat Duda dan
Banjar Langsat Desa Rendang tersebut terus mengiringi aktivis LSM Tresna Yadnya
tersebut sampai masuk ke dalam
alua DPC PDIP.
Sampai di dalam aula,
Sumiati tetap dikawal hanoman dan monyet hitam tersebut kendati sudah diterima
oleh Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana dan Ketua tim pejaringan calon
bupati dan wakil bupati Karangasem, I Nyomam Oka Antara. Setelah sekitar satu jam
di DPC, Sumiati kemudian mendapatkan formulir dan terdaftar sebagai orang yang
ke-11 yang mengambil formulir penjaringan bupati dan wakil bupati Karangasem
dari PDIP tersebut.
Sumiati yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali dari PDIP tersebut
mengaku bahwa keikutsertaan hanoman dan monyet hitam serta iringan 2 barung
gamelan baleganjur yang dibawayanya murni sebagai wujud atraktif seni dari masa
pendukungnya. Kendati demikian jika dianalogikan, Hanoman dipercaya sebagai
monyet putih yang membantu Sri Rama untuk mencapai Alengka dan berhasil
menegakkan Dharma, begitu juga kemungkinan dapat dianalogikan Hanoman yang
dibawa Sumiati dapat menolongnya menuju ke tahta Bupati Karangasem.
Istri dari I Nengah Parwatha tersebut mengaku ikut
mengajukan diri sebagai calon bupati karangasem karena dorongan dari kalangan
masayarakat bawah. “Saya di sini karena didorong oleh kalangan masyarakat untuk
maju sebagai calon bupati” ujar sumiati seusai acara pengambilan formulir.
Sumiati mengaku bahwa pemerintahan saat ini butuh sosok pemimpin dari kalangan
perempuan untuk bisa memajukan daerah karangasem yang dinilinya masih memiliki
tingkat kemiskinan sangat tinggi. “Kalau masyarakat Karanagsem ingin lepas dari
kemiskinan, kini saatnya milih pemimpin dari kalangan perempuan” ungkapnya.
Disampaikan bahwa sosok perempuan dipandang mampu akan mengurus pemerintahan
dengan baik karena sebagai seorang ibu sudah biasa mengurus hal-hal yang berat.
Pihaknya pun yakin akan direkomendasikan oleh DPP PDIP mengingat ketua umum Ibu
Megawati adalah sosok perempuan. “Ibu Mega kan juga sosok wanit jadi beliau
tahu bagaimana jika memberikan kesempatan kepada wanita” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana menyampaikan proses
tahapan penjaringan untuk jadi calon bupati atau wakil bupati karangasem adalah
melalui proses administrasi di tingkat DPC, DPD, dan baru ditentukan oleh DPP.
“Nanti mohon administrasinya, baik Izasah, KTP, kartu anggota dan lain-lainnya
dikumpul sebelum tanggal 27 Oktober” ungkapnya. Manta Ketua DPRD Karangasem
tersebut menyampaikan bahwa pemilihan Bupati Karangasem diperkiran akan
dilaksanakan sekitar bulan September 2015.
Oleh
sebab itu, waktu yang masih tersisa nantinya akan dipakai oleh DPP untuk
melakukan survey terhadap calon yang masuk baru kemudian ditentukan siapa yang
diputuskan dari hasil survey yang dilaksanakan. “Nanti DPP akan menetukan calon
berdasarkan hasil survey yang dilakukannya” ujar Dana. Gede Dana mengharapkan
jika nanti tidak dipilih atau direkomendasi sebagai calon, pihaknya
mengharapkan agar jangan marah (Ngambul). “Nanti kalau misalnya tidak terpilih
jadi calon diharapkan jangan ngambul, sehingga keluar tidak mendukung PDI
Perjuangan” ungkapnya. Diharapkan kader PDIP atau dari yang non partai yang
ikut penjaringan tetap percaya pada ideologi atau pandangan partai PDIP dalam
memimpin masayarakt karangasem ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, berdasarkan data yang diterima hingga Minggu (19/10 ) kemarin
sudah 11 orang yang mendaftar di tim penjaringan di DPC PDIP. Dari data
tersebut ada 5 orang yang mendaftar sebagai bupati dan 6 orang mendaftar
sebagai calon wakil bupati. Yang mendaftar sebagai bupati antara lain AA Bagus
Ngurah, I Gusti Ayu Mas Sumantri, I Gusti Bagus Agung Sutedja, I Kadek Ageng
Puja Astawa, dan Ni Nengah Sumiati. Sementara yang mengambil formulir calon
Wakil Bupati adalah I Wayan Suastika, I Negah Rata, I Gede Sudarma, I Wayan
Pandu Prapanca Lagosa, Nyoman Pasek, dan I Wayan Artadipa. Berdasarkan
informasi yang dihimpun, I Gede Dana dan I Wayan Sudirta juga dikabarkan akan
ikut mengambil formulir pendaftaran calon bupati karangasem.








mimih, kadek ageng puja astawa mencalonkan diri ????? wkwkwk..... si maling dana kemitraan motor taxi, dasar pongah..... maling mencalonkan diri ???? terbukti sudah maling dana kemitraan selanjutkan kekayaan rakyat karangasem mau dicuri juga ? buktikan dulu kalo bertanggung jawab selesaikan dulu dana kemitraan motor taxi..... omong doang, seribu janji tapi tak ada yang ditepati
BalasHapus