AMLAPURA – Mengenai terduga dua
orang cewek cantik yang menyebarkan virus HIV AIDS di Karangasem ternyata tidak
bisa ditangkap. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, IGM
Tirtayana mengatakan bahwa yang bersangkutan itu tidak bisa ditangkap atau
diambil paksa karena pihaknya tidak punya wewenang terhadap hal itu. Pihaknya hanya
bisa melakukan pendekatan dan konseling kepada yang barsangkutan jika nantinya
cewek itu ditemukan. “Kami tidak punya kewenangan untuk menangkap, Siapa yang
berani menangkap? ya kalau benar dia HIV AIDS kalau tidak kami bisa dituntut”
ujar Tirtayana, Rabu (22/10) kemarin.
Kendati hampir sebagian besar masyarakat sudah mengetahui sosok cewek tersebut, namun ternyata si cewek dikabarkan masih tetap berkeliaran. Dua cewek yang masih berstatus kakak adik tersebut kini populer di dunia maya terutama bagi mereka yang melek media sosial dan pengguna BBM. Fotonya terpampang jelas di beberapa akun facebook dan sengaja dibroadcast ke semua orang untuk dihindari. Walaupun demukian, sebagaian masyarakat terutama orang tua tetap pula resah dan khawatir terhadap keberadaan dua cewek nakal tersebut.
IGM Tirtayana menilai bahwa keresahan dan kekhawatiran masyarakat memang beralasan karena virus HIV AIDS tergolong penyakit berbahaya.
Kendati demikian, Tirtayana menjelaskan bahwa virus tersebut tidak menular
melalui pegangan tangan, bertukar pakaian, atau berciuman sekalipun. Disampaikan
bahwa penyebaran virus tersebut hanya bisa melalui kontak aliran darah dan
cairan sperma atau cairan vagina. Oleh karena itu, apabila ada terindikasi
orang yang mengidap HIV AIDS di kalangan masyarakat harap orang tersebut jangan dikucilkan. Apabila dikucilkan atau
dijauhi malah yang membuat orang tersebut defresi dan berniat balas dendam
menyebarkan virusnya kepada orang lain. “Kalau ada yang mengidap HIV AIDS
jangan dikucilkan, ajak mereka dan sarankan untuk berobat” ujarnya. Disampaikan
bahwa bagi para pengidap yang diketahui sejak awal bisa ditolong dengan
memberikan obat berupa ARV (antiretroviral). Pemberian capsul ARV tersebut bisa
membantu menguatkan daya tahan tubuh penderita sehingga virus HIV AIDS di dalam
tubuhnya tidak berkembang biak.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, saat
ini pihak dinas kesehatan akan memeberikan sosialisasi lebih intens tentang
virus HIV AIDS kepada masyarakat. Pihaknya mengaku akan memeberdayakan KPAD
(Kader Peduli AIDS Desa) yang akan secara intensif memberikan penyuluhan ke
masyarakat tentang apa dan bagaimana pencegahan HIV AIDS di masyarakat. Selain
itu, pihaknya juga mengaku sudah merancang tes VCT (Voluntary Counseling and
Testing) untuk masyarakat yang terduga terkena virus HIV AIDS.
Pihaknya sudah
memeprsiapkan satu orang tenaga konseling VCT di 12 Puskesmas di Kabupaten
Karangasem. Sementara untuk di RSUD Karangasem sudah disiapkan 6 orang konselor
VCT yang siap melayani penderita HIV AIDS. Pihaknya juga merancang pemeriksaan
VCT untuk ibu-ibu hamil yang berobat ke puskesmas atau Rumah Sakit. Disampaikan
pemeriksaan itu untuk memastikan nantinya bayi bagi sang pengidap HIV AIDS bisa
diselamatkan tidak terkena HIV walaupun ibunya penderita. “Kita sudah rancang
VCT untuk ibu-ibu hamil biar nanti diperiksa kalau positif biar diberikan
penanganan khusus agar bayinya tidak ikut terkena virus HIV AIDS” pungkasnya.







.
BalasHapus