Laman

Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Dua Cewek Cantik Yang Diduga Penyebar HIV AIDS Tak Bisa Ditangkap

AMLAPURA – Mengenai terduga dua orang cewek cantik yang menyebarkan virus HIV AIDS di Karangasem ternyata tidak bisa ditangkap. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, IGM Tirtayana mengatakan bahwa yang bersangkutan itu tidak bisa ditangkap atau diambil paksa karena pihaknya tidak punya wewenang terhadap hal itu. Pihaknya hanya bisa melakukan pendekatan dan konseling kepada yang barsangkutan jika nantinya cewek itu ditemukan. “Kami tidak punya kewenangan untuk menangkap, Siapa yang berani menangkap? ya kalau benar dia HIV AIDS kalau tidak kami bisa dituntut” ujar Tirtayana, Rabu (22/10) kemarin.
Kendati hampir sebagian besar masyarakat sudah mengetahui sosok cewek tersebut, namun ternyata si cewek dikabarkan masih tetap berkeliaran. Dua cewek yang masih berstatus kakak adik tersebut kini populer di dunia maya terutama bagi mereka yang melek media sosial dan pengguna BBM. Fotonya terpampang jelas di beberapa akun facebook dan sengaja dibroadcast ke semua orang untuk dihindari. Walaupun demukian, sebagaian masyarakat terutama orang tua tetap pula resah dan khawatir terhadap keberadaan dua cewek nakal tersebut. 
     IGM Tirtayana menilai bahwa keresahan dan kekhawatiran masyarakat memang beralasan karena virus HIV AIDS tergolong penyakit berbahaya. Kendati demikian, Tirtayana menjelaskan bahwa virus tersebut tidak menular melalui pegangan tangan, bertukar pakaian, atau berciuman sekalipun. Disampaikan bahwa penyebaran virus tersebut hanya bisa melalui kontak aliran darah dan cairan sperma atau cairan vagina. Oleh karena itu, apabila ada terindikasi orang yang mengidap HIV AIDS di kalangan masyarakat harap orang tersebut  jangan dikucilkan. Apabila dikucilkan atau dijauhi malah yang membuat orang tersebut defresi dan berniat balas dendam menyebarkan virusnya kepada orang lain. “Kalau ada yang mengidap HIV AIDS jangan dikucilkan, ajak mereka dan sarankan untuk berobat” ujarnya. Disampaikan bahwa bagi para pengidap yang diketahui sejak awal bisa ditolong dengan memberikan obat berupa ARV (antiretroviral). Pemberian capsul ARV tersebut bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh penderita sehingga virus HIV AIDS di dalam tubuhnya tidak berkembang biak.
    Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, saat ini pihak dinas kesehatan akan memeberikan sosialisasi lebih intens tentang virus HIV AIDS kepada masyarakat. Pihaknya mengaku akan memeberdayakan KPAD (Kader Peduli AIDS Desa) yang akan secara intensif memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang apa dan bagaimana pencegahan HIV AIDS di masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah merancang tes VCT (Voluntary Counseling and Testing) untuk masyarakat yang terduga terkena virus HIV AIDS. 
     Pihaknya sudah memeprsiapkan satu orang tenaga konseling VCT di 12 Puskesmas di Kabupaten Karangasem. Sementara untuk di RSUD Karangasem sudah disiapkan 6 orang konselor VCT yang siap melayani penderita HIV AIDS. Pihaknya juga merancang pemeriksaan VCT untuk ibu-ibu hamil yang berobat ke puskesmas atau Rumah Sakit. Disampaikan pemeriksaan itu untuk memastikan nantinya bayi bagi sang pengidap HIV AIDS bisa diselamatkan tidak terkena HIV walaupun ibunya penderita. “Kita sudah rancang VCT untuk ibu-ibu hamil biar nanti diperiksa kalau positif biar diberikan penanganan khusus agar bayinya tidak ikut terkena virus HIV AIDS” pungkasnya.


1 komentar: